Keterbatasan sumber air baku sebagai salah satu modal usaha Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pacitan tampaknya dapat teratasi. Dengan catatan dapat memaksimalkan potensi sumber air baku dari Waduk Tukul, Kecamatan Arjosari paska beroperasi nanti. “Waduk Tukul dapat menjadi sumber air baku PDAM untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” kata Bupati Indartato saat melantik Direktur PDAM periode 2018-2022 Agus Suseno di kantor PDAM jalan Suryo Pranoto, Kelurahan Sidoharjo, Senin (31/12/2018).

PDAM merupakan pelaksana pelayanan air minum kepada masyarakat. Oleh karena itu, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan air minum juga semakin meningkat. Karena air merupakan kebutuhan dasar. Saat ini pelayanan PDAM telah mencapai 20.778 sambungan.

Menurut bupati, tantangan yang dihadapi saat ini adalah minimnya ketersediaan air baku. Sehingga akan berpengaruh pada kualitas, kuantitas dan kontinuitas usaha. Maka diperlukan peran dan sinergitas dari semua pihak di dalam menjaga dan melestarikan sumber-sumber air yang ada. “sebagai perusahaan badan usaha milik daerah, PDAM selalu dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Oleh karenanya diperlukan kebersamaan dari berbagai unsur yang ada,” ujarnya.

Dengan berbagai pencapaian kinerja, berdasarkan penilaian kinerja yang dilakukan oleh badan peningkatan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum (BPPS PAM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta dari BPKP Propinsi Jawa Timur, Pdam Kabupaten Pacitan masuk dalam kategori”sehat”dengan nilai kinerja 3,03.

Indartato berharap agar direktur perusahaan daerah air minum terlantik untuk meningkatkan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Baik kinerja pdam serta layanan pada masyarakat. “Tingkatkan inovasi dalam berusaha air minum, dan juga dalam menjaga ketersediaan air baku,” harapnya.

Agus Suseno usai pelantikan menyampaikan untuk masa jabatannya kedua ini akan berupaya memaksimalkan pelayanan. Juga menambah instalasi jaringan yang ada pelayanan kepada masyarakat, serta mengoptimalkan instalasi-instalasi yang ada diwilayah timur seperti Kecamatan Ngadirojo dan Tulakan. “Bentuk topografi Kabupaten Pacitan membuat kami harus bekerja keras dalam melayani konsumen,” Kata Agus. (humaspacitan/DiskominfoPacitan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *