Menciptakan Bumi Pacitan semakin “ijo royo-rojo” dilakukan melalui berbagai cara, salah satunya melibatkan berbagai pihak baik pengusaha perkayuan, Pelajar dan masyarakat. Kali ini melalui gerakan penanaman pohon, dalam rangka pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Nasional tahun 2019.
Kegiatan yang dilaksanakan di sekitar Gua Semedhi, Dusun Kladen, Desa Sooka, Punung itu disediakan tiga juta batang pohon siap tanam, dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Swasta baik para pengusaha kayu dan yang lain.
“Berbagai macam jenis pohon disiapkan, supaya kesuburan tanah terjaga, mencegah longsor, menjaga kadar air serta menciptakan habitat baru untuk flora dan fauna, nantinya keanekaragaman hayati dapat kembali,” ” papar Wardoyo Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya 25/01/19.
Langkah menarik juga dikemukakan Erwin Andri Atmoko, sebagai orang nomor satu di Kecamatan Punung itu berencana menanaman pohon berjenis Tabebuya di sepanjang jalan utama dan jalan menuju area wisata, kayu yang bisa bersemi seperti bunga sakura di Negara Jepang tersebut diharapkan selain menjaga kelestarian alam juga untuk menghipnotis wisatawan yang melewati Punung.
“Tidak bisa dipungkiri, Kecamatan Punung merupakan pintu gerbang pariwisata dari arah barat dan penyumbang destinasi wisata andalan Kabupaten Pacitan, jadi kami kira itu tepat jadi mohon dukungannya agar segera terealisasi dalam waktu dekat,” kata Dia.
Raut bangga terpancar di wajah Bupati Indartato di acara itu, lantaran besarnya animo pengusaha dan masyarakat dalam menciptakan hutan Pacitan yang lestari. Dalam sambutannya Ia menyampaikan bahwa pemerintah dalam menjalankan tugasnya tidak dapat berjalan sendiri, perlu adanya kerja sama antar pengusaha dan masyarakat demikian juga pada rehabilitasi hutan.
Ia berharap dari kegiatan ini selain mengembalikan alam yang lestari juga terbentuk budaya sadar terhadap lingkungan masing-masing, dimulai dengan senang menanam dan merawat pohon, turut membantu mengawasi perusakan hutan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang hanya mencari keuntungan pribadi tanpa berpikir diri sendiri, lingkungan sekitar dan anak cucu, “semoga ke depan melalui penanaman pohon Pacitan benar-benar aman dari berbagai bencana dan seger tanpo AC (Air Conditioner) red.,” tuturnya berharap. (budi/anjar/wira/Riyanto/DiskominfoPacitan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *