bnpb

PACITAN – Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari relawan di 12 kecamatan di Pacitan mengikuti pelatihan tanggap darurat bencana yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan pada Selasa (27/9/2016) kemarin di kompleks Pantai Teleng Ria, Kelurahan Baleharjo, Pacitan.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Pacitan, Suko Wiyono saat menyampaikan sambutannya dalam apel agenda pelatihan tersebut, bahwa topografi wilayah Kabupaten Pacitan yang memiliki karakteristik bergunung dan berbukit sangat rawan terjadi bencana alam longsor.

“Terlebih, jika memasuki awal musim penghujan, dimana kondisi tanah yang sebelumnya kering berongga terguyur air hujan, belum lagi ancaman banjir saat debit air meningkat pada puncak musim penghujan,”katanya.

Lebih lanjut, Suko mengatakan bahwa dari keseluruhan wilayah Pacitan kurang lebih 85 persen adalah pegunungan dan perbukitan. ” Kabupaten Pacitan sering mengalami bencana longsor karena banyak perbukitan yang tanahnya tidak stabil jadi kita perlu waspada,” tandasnya.

Suko menyampaikan bahwa selain kewaspadaan dini terhadap ancaman bencana menurut Sekda hal yang terpenting adalah tindakan preventif. Caranya, dengan tidak mengeksploitasi hutan secara sembarangan.

Ia menyebut, jika memanfaatkan hutan rakyat untuk sumber perekonomian jangan lupa untuk melakukan upaya reboisasi atau penanaman kembali. “Kepada peserta pelatihan saya berharap dapat menjalaninya dengan sungguh sungguh sehingga jika sewaktu waktu dibutuhkan siap siaga,”ujar Suko.

Pelatihan sendiri digelar hingga hari ini, Rabu (28/9/2016). Para peserta yang terdiri dari perwakilan 12 kecamatan, PMI dan Pramuka  akan dibimbing oleh personil dari BPBD dan Linmas Kabupaten Pacitan dengan materi-materi dan simulasi kebencanaan.(Syt/Riz/Admin PPID)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *