Minimalisir Dampak Gelombang Tinggi, Pemkab Tata Lagi Pesisir

Gelombang dan ombak tinggi yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Pacitan tidak hanya berdampak pada penghasilan nelayan. Tetapi juga wisata. Salah satunya di Pantai Klayar, Kecamatan Donorojo. Akibat fenomena alam tersebut sejumlah infrastruktur pariwisata rusak. “Kedepan akan kita tata. Agar tidak menimbulkan korban,” kata Bupati Indartato ketika meninjau lokasi tersebut, Selasa (24/7/2018) pagi.

Kerusakan setidaknya terlihat dari beberapa warung milik masyarakat disisi timur. Berdekatan dengan titik seruling samudera. Untuk mengantisipasi gelombang susulan pemilik warung telah memasang tanggul dari kantong-kantong pasir. Meski upaya itu tidak sepenuhnya dapat meredam dampak gelombang, tapi setidaknya dapat meminimalisir kerusakan.

Menurut bupati upaya penataan tidak hanya pada letak bangunan pendukung wisata saja. Tetapi juga dari sisi manajemen sosial. Karena itu pemkab mengajak dan mengikutsertakan para pemangku kebijakan tingkat lokal. “Kita bersama-sama dengan dinas, kecamatan, dan desa mengupayakan penataan. Demi keselamatan wisatawan dan warga,” ucapnya.

Meski gelombang dan ombak besar tengah melanda selatan pesisir Jawa, termasuk Kabupaten Pacitan, tetapi pemkab tidak menutup lokasi wisata pantai. Hanya saja para pelancong diharapkan berhati-hati ketika berada di pinggir pantai.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Endang Surjasri menyebut jika munculnya ombak besar menjadi perhatian lebih pihaknya. “Dampak untuk kunjungan wisatawan tidak ada. Tapi menjadi tugas berat kita untuk memberikan warning pada wisatawan agar selalu berhati-hati,” tandasnya.

Diakuinya, memberikan pemahaman bahaya berenang di laut kepada pengunjung bukan hal mudah. Karena mereka datang ke pantai memang untuk bermain dengan ombak.

(humaspacitan/Diskominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *